Dwelling Time Tanjung Priok 2 Bulan ini Naik, Begini Penjelasan Pelindo

Dwelling Time Tanjung Priok 2 Bulan ini Naik, Begini Penjelasan Pelindo

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menjelaskan penyebab naiknya dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok pada Mei 2022 akibat libur panjang pada bulan tersebut. Adapun dwelling time merupakan waktu yang dihitung mulai dari suatu peti kemas (kontainer) dibongkar muat dan diangkat (unloading) dari kapal sampai peti kemas tersebut meninggalkan terminal melalui gate utama pelabuhan. GM PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok M. Hadi Syafitri Noor menuturkan selama periode Januari 2022 – April 2022, realisasi dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 2,77 hari dibandingkan dengan target di Indonesia National Single Window (INSW). Realisasi tersebut lebih baik dibandingkan dengan target dwelling time di INSW selama 2,9 hari.

“Menurut hasil konfirmasi penyebab tidak tercapainya dwelling time disebabkan banyak pengguna jasa yang menumpuk kontainer lebih lama di lapangan penumpukan [container yard] karena adanya libur idulfitri yang cukup panjang,” jelasnya, Minggu (10/7/2022). Hadi memaparkan lebih jauh bahwa libur idulfitri yang panjang juga berimbas kepada tutupnya sejumlah pabrik, pembatasan lalu lintas truk.

“Tak hanya itu, pada hari besar lainnya umumnya tidak ada penarikan kontainer dari pengguna jasa seperti libur waisak dan kenaikan isa Almasih,” imbuhnya. https://bookofdeads.com/ kasino sebagian besar diisi dengan meja roulette dan blackjack, dengan produk yang berbeda menyediakan banyak batas taruhan dan taruhan aspek. Apabila penyebab naiknya dwelling time pada Mei adalah terkait dengan libur panjang sehingga aktivitas penarikan tidak banyak dilakukan pengguna jasa, lantas bagaimana dengan pada Juni 2022? Hadi menerangkan pada Juni 2022, realisasi dwelling time mencapai 3,11 hari akibat delay kedatangan kapal dari pelabuhan internasional lainnya mengalami gangguan jadwal kapal. Dengan demikian kontainer ekspor yang akan dimuat menumpuk di CY agak lama. Sejumlah kontainer impor kosong juga agak lama dikeluarkan ke depo oleh pengguna jasa. Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok memperkirakan sejumlah penyebab naiknya waktu tunggu pelayanan kontainer atau dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok selama dua bulan terakhir. Kepala OP Tanjung Priok Wisnu Handoko akan segera melakukan evaluasi di semua terminal kontainer internasional sesuai parameter yang diatur dalam PM No.116/2016 tentang Pemindahan Barang Yang Melewati Batas Waktu Penumpukan. Saat ini, berdasarkan pantauan OP sejumlah penyebab kenaikan tersebut karena dibarengi dengan kenaikan volume ekspor- impor. “Penyebab kenaikan sementara dari pantauan OP masih disebabkan karena adanya kenaikan volume ekspor-impor,” jelasnya. Lebih jauh, Wisnu memerinci, indikasi tersebut dikarenakan proses pemindahan lapangan penumpukan dari lini satu ke Tempat Penimbunan Sementara (TPS) lini dua. “Hal itu akan segera dievaluasi khususnya selama periode semester I/2022,” imbuhnya. Menurutnya, apabila dari hasil evaluasi diperlukan perbaikan, Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, terminal kontainer akan melakukannya. Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh Bisnis.com dari Bea Cukai Tanjung Priok hingga Mei 2022, kenaikan dwelling time terjadi pada saat pre-clearance dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Per Mei 2022 ini waktu pre-clearance mencapai 2,16 hari sedangkan sebelumnya mencapai 1,67 hari. Kemudian, untuk customs clearance pada 2022 justru mengalami penurunan hingga 0,20 hari dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi post clearance mencapai 0,91 hari pada Mei 2022 ini atau turun dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencapai 1,01 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.