Hingga Mei 2022, Pelindo Regional 4 Catat Peningkatan Kinerja 153,57%

Hingga Mei 2022, Pelindo Regional 4 Catat Peningkatan Kinerja 153,57%

MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 mencatat kinerja ciamik dari sisi arus penumpang yang meningkat sebesar 153,57% selama Januari-Mei tahun ini yang mencapai 2.088.317 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni sebanyak 1.359.869 orang.

Regional Head 4 Pelindo, Enriany Muis, mengatakan kondisi tersebut dipicu oleh aturan Pemerintah terkait mudik Lebaran yang mulai longgar, setelah 2 tahun lamanya masyarakat dilarang melakukan aktivitas mudik akibat pandemi Covid-19.

“Mulai longgarnya aturan Pemerintah terkait mudik Lebaran tahun ini setelah larangan mudik selama 2 tahun karena pandemi Covid-19, diduga menjadi pemicu melonjaknya arus penumpang di beberapa pelabuhan kelolaan Pelindo di Regional 4. Kondisi tersebut tentunya mendulang angka arus penumpang yang naik cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Enriany dalam siaran persnya, Selasa (14/6/2022).

Bahkan dari target yang ditetapkan, jumlah penumpang tersebut tercatat meningkat sebesar 130,02%. “Target kami hingga Mei tahun ini hanya sebanyak 1.606.185 orang penumpang kapal. Alhamdulillah jumlah yang terealisasi melebihi target yang ditetapkan,” imbuhnya.

Sementara itu lanjut dia, Pelindo Regional 4 sepanjang Januari hingga Mei tahun ini berhasil merealisasikan jumlah arus peti kemas mencapai 874.013 TEUs atau Twenty Foot Equivalent Units (satuan terkecil dalam ukuran peti kemas), meskipun beberapa pelabuhan kelolaan sudah diserahoperasikan kepada subholding.

Enriany menuturkan, walaupun realisasi tersebut terlihat lebih rendah daripada realisasi arus peti kemas pada Januari hingga Mei 2021 di seluruh pelabuhan kelolaan Pelindo yang berada di Regional 4 yaitu sebanyak 897.732 TEUs, namun angka yang dicapai hingga Mei tahun ini adalah pencapaian yang terbilang baik apalagi pasca merger Pelindo per 1 Oktober 2021.

“Pasca merger, Manajemen Pelindo membentuk empat subholding dengan fokus bisnis masing-masing, yaitu peti kemas, penumpang, logistik dan marine service. Sehingga ada beberapa pelabuhan kelolaan Pelindo di Regional 4 yang kemudian diserahoperasikan kepada subholding masing-masing yang sesuai dengan fokus bisnisnya,” terangnya.

Sebelum merger sebut dia, di Regional 4 terdapat 26 cabang, 3 anak perusahaan, dan 1 cucu perusahaan. Setelah merger, anak dan cucu perusahaan langsung bergabung dengan subholding dan anak perusahaan di bawah holding. Sementara itu, beberapa cabang secara bertahap juga mulai diserahoperasikan kepada subhoding yang sesuai dengan fokus bisnisnya.

“Seperti PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) yang mulai pindah ke subholding sejak 1 Januari 2022. Begitu juga dengan segmen peti kemas di Terminal Petikemas Makassar (TPM), Makassar New Port (MNP), Terminal Petikemas Bitung (TPB), dan Pelabuhan Ambon yang juga sudah diserahoperasikan ke subholding peti kemas per 1 April 2022. Sementara untuk segmen barang di Pelindo Regional 4 Balikpapan dan Makassar, juga sudah diserahoperasikan ke subholding non peti kemas per 1 April tahun ini,” bebernya.

Adapun beberapa pelabuhan di Regional 4 yang menyumbang peningkatan tertinggi untuk arus penumpang yakni Pelindo Regional 4 Kendari, Parepare, Makassar, Manado dan Ambon yang masing-masing mengalami persentase sebesar 12,68%, 12,12%, 11,63%, 9,67% dan 8,83%.

Dari sisi arus peti kemas, penyumbang persentase tertinggi yakni Pelindo Regional 4 Terminal Petikemas Makassar sebesar 21,58%, Palaran/Samarinda 13,03%, Terminal Petikemas Bitung 12,00%, Makassar New Port 10,20% dan PT KKT 8,10%.

Sedangkan untuk arus barang, cabang yang menyumbang peningkatan tertinggi di Regional 4 yaitu Pelindo Regional 4 Balikpapan sebesar 68,09%, menyusul Pelindo Regional 4 Makassar 10,09%, lalu Pelindo Regional 4 Bitung, Biak dan Parepare masing masing 5,91%, 3,57% dan 2,88%.

“Di arus kapal, Pelindo Regional 4 Balikpapan berada pada persentase tertinggi yakni 17,08%. Kemudian Pelindo Regional 4 Samarinda, SBU Marine Service, Kendari dan Makassar, yakni masing-masing 11,54%, 11,02%, 9,20% dan 8,53%,” sebut Enriany.

“Kami berharap hingga akhir tahun nanti target yang ditetapkan Perseroan dapat tercapai. Tentunya kami selalu berupaya melakukan yang terbaik untuk pencapaian yang maksimal,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.