Ini Aturan Angkutan Barang di Jalan Tol & Non Tol saat Nataru

Ini Aturan Angkutan Barang di Jalan Tol & Non Tol saat Nataru

Pemerintah telah menetapkan pengaturan lalu lintas selama masa arus mudik dan arus balik Angkutan Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) yang dilakukan pada ruas jalan nasional melalui pernbatasan operasional angkutan barang.

Pengaturan tersebut tertuang dalam Keputusan Bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara RI, dan Direktur Jenderal Bina Marga Nomor: AJ.903/ 1/5/DRJD/2022n Nomor: KEP/207, Nomor: 36/PKS/Db/2022, Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023.

Pengaturan pembatasan operasional angkutan barang dalam beleid itu dilakukan terhadap; mobil barang dengan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kilogram; mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih; mobil barang dengan kereta tempelan; mobil barang dengan kereta gandengan; dan mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan: bahan galian meliputi: tanah; pasir; dan/ atau batu; bahan tambang; dan bahan bangunan.

Pengaturan pembatasan operasional angkutan barang itu diberlakukan pada ruas jalan tol dengan ketentuan: Tahap Pertama Libur Natal Tahun 2022 yakni untuk Arus Mudik pada Hari Kamis, 22 Desember 2022 pukul 12.00 sampai dengan hari Sabtu, 24 Desember 2022 pukul 24.00 waktu setempat.

Sedangkan Arus Baliknya pada Hari Minggu, 25 Desember 2022 pukul 12.00 sampai dengan hari Senin, 26 Desember 2022 pukul 08.00 waktu setempat.

Tahap Kedua Libur Tahun Baru 2023, untuk Arus Mudik berlaku pada Hari Jumat, 30 Desember 2022 pukul 00.00 sampai dengan hari Sabtu, 31 Desember 2022 pukul 12.00 waktu setempat. Sedangkan Arus Baliknya Hari Minggu, 1 Januari 2023 pukul 12.00 sampai dengan hari Senin, 2 Januari 2023 pukul 08.00 waktu setempat.

Adapun Ruas jalan tol yang terkena aturan itu yakni; Lampung dan Sumatera Selatan: Bakauheni – Palembang, Jakarta dan Banten: Jakarta – Tangerang – Merak, DKI Jakarta: Prof. DR. Ir. Sedyatmo; dan Jakarta Outer Ring Road (JORR), Jakarta dan Jawa Barat: Jakarta – Cikampek; dan Jakarta – Bogor – Ciawi – Cigombong, Jawa Barat: Cikampek – Purwakarta – Padalarang – Cileunyi; Cikampek – Palimanan; dan Palimanan – Kanci.

Kemudian, Jawa Barat dan Jawa Tengah: Kanci – Pejagan, Jawa Tengah: Pejagan – Pemalang – Batang – Semarang; Krapyak – Jatingaleh, Semarang; Jatingaleh – Srondol, Semarang; Jatingaleh – Muktiharjo, Semarang; dan Semarang – Solo.

Untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur: Solo – Ngawi, Jawa Timur: Ngawi-Kertosono; Mojokerto – Surabaya; Surabaya – Gempol; Surabaya – Gresik; Gempol – Pandaan; Gempol – Pasuruan; Pasuruan – Probolinggo; dan Pandaan – Malang.

Jalan Non Tol

SKB itu juga mengatur pembatasan operasional angkutan barang selama Nataru pada ruas jalan non tol dengan ketentuan: Tahap Pertama Libur Natal Tahun 2022, untuk Arus Mudik pada Hari Kamis, 22 Desember 2022 mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat; Hari Jumat, 23 Desember 2022 mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat; dan Hari Sabtu, 24 Desember 2022 mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat.

Untuk Arus Baliknya yakni Hari Minggu, 25 Desember 2022 mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat; Hari Senin, 26 Desember 2022 mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat.

Tahap Kedua Libur Tahun Baru 2023, Arus Mudik berlaku pada Hari Jumat, 30 Desember 2022 mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat; b) Hari Sabtu, 31 Desember 2022 mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat.

Sedangkan Arus Baliknya pada Hari Minggu, 1 Januari 2023 mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat; b) Hari Senin, 2 Januari 2023 mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat.

Adapun Ruas jalan non tol yang terkena aturan itu yakni, Sumatera Utara: Medan – Berastagi; dan Pernatang Siantar – Parapat Simalungun – Porsea. Jambi dan Sumatera Barat: Jambi – Sarolangun – Padang; Jambi – Tebo – Padang; dan Jambi – Sengeti – Padang.

Lampung dan Sumatera Selatan: Lampung – Palembang. Sumatera Selatan dan Jambi: Palembang – Jambi. Banten: Gerem – Merak; Jalan Raya Merdeka; Jalan Raya Gatot Subroto; Serang – Jakarta; Cilegon -Serang; Merak – Cilegon; Serang -Pandeglang; Labuan – Pandeglang; Lingkar Selatan Cilegon; dan Anyer – Labuan.

Adapun Jawa Barat: Bandung – Nagreg – Tasikmalaya; Ciawi – Cianjur; Cirebon – Bandung; Ciamis – Banjar; dan Bandung – Subang. Untuk Jawa Tengah: Solo – Yogyakarta; Bawen – Yogyakarta; Brebes/Tegal – Ajibarang – Purwokerto; dan Secang – Purwokerto. Yogyakarta: Jogja – Solo; Jogja – Wates; Jogja- Magelang; Jogja – Wonosari; dan Jalur Jalan Lintas Selatan (jalan Daendeles). Jawa Timur: Pandaan – Malang; Probolinggo – Lumajang; Jornbang – Caruban; dan Banyuwangi-Jember. Bali: Denpasar – Gilimanuk.

Pengecualian

Pengaturan pembatasan operasional angkutan barang tidak berlaku bagi angkutan barang pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas; barang ekspor dan impor menuju/dari dan ke pelabuhan laut yang menangani ekspor dan impor; air minum dalam kemasan; ternak; pupuk; hantaran pos dan uang; barang pokok, terdiri atas: beras; tepung terigu/ tepung gandum/tepung tapioka; jagung; gula; sayur dan buah-buahan; daging; ikan;daging unggas; minyak goreng dan mentega; susu; telur; garam; kedelai; bawang; dan cabe.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.