Pelabuhan di Sulsel Mulai Layani Mudik Nataru Setelah Tertahan Cuaca Ekstrem

Pelabuhan di Sulsel Mulai Layani Mudik Nataru Setelah Tertahan Cuaca Ekstrem

Pelabuhan di Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Bajoe mulai melayani pemudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) setelah sempat terhenti akibat cuaca buruk. Aktivitas di dua pelabuhan tersebut kembali normal.
Diketahui dua kapal di Pelabuhan Parepare tujuan Kalimantan Timur (Kaltim) tidak diizinkan berlayar karena cuaca buruk sejak Jumat (23/12/2022). Dua kapal tersebut yakni KM Cattleya Express dan KM Kirana.

Keberangkatan kapal di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone juga dihentikan sejak Jumat (23/12) karena cuaca tidak memungkinkan untuk berlayar. Akibatnya 271 penumpang KM Kota Bumi terlantar di pelabuhan.

Pelabuhan Parepare
Di Pelabuhan Parepare, KM Kirana telah mendapat izin berlayar ke Balikpapan, Kaltim. KM Kirana sempat tertahan dua hari di Pelabuhan Parepare karena cuaca buruk.

“Iya, jadi Jumat-Sabtu tertunda berangkat, tadi siang baru bisa berangkat karena cuaca sudah aman untuk berlayar,” ungkap Humas KSOP Parepare, Eko Prayetno kepada detikSulsel, Minggu (25/12).

Eko menjelaskan, KM Kirana sebelumnya dijadwalkan akan berangkat pada Jumat (23/12) pukul 09.30 Wita dari Pelabuhan Parepare, kemudian dijadwalkan ulang berangkat pukul 15.00 Wita. Selama dua hari tertahan di Pelabuhan Parepare, KM Kirana baru bisa berlayar pada Minggu (25/12).

“KM Kirana sudah bisa berlayar tadi pukul 13.10 Wita menuju ke Balikpapan,” papar Eko.

Kemudian menyusul KM Kirana tujuan Balikpapan berangkat pukul 13.10 Wita dan KM Adithya tujuan Samarinda berangkat pukul 14.00 Wita.

“Ada empat kapal yang berangkat hari ini dari Pelabuhan Parepare mulai dini hari sampai sore ini,” rincinya.

Pelabuhan Bajoe Bone
Pelayanan di Pelabuhan Bajoe, Bone juga kembali dibuka usai ditutup akibat cuaca buruk. Selama dua hari terakhir, tidak ada aktivitas kapal di pelabuhan ini.

“Iya, sudah beroperasi. Hari ini ada 3 kapal yang berangkat dari Bajoe ke Kolaka,” kata Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Muhammad Danial kepada detikSulsel, Minggu (25/12).

Kapal di Pelabuhan Bajoe ditunda berlayar pada Jumat (23/12) lalu. Danial mengatakan, penundaan dilakukan menindaklanjuti peringatan dini gelombang tinggi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kemarin memang ketinggian gelombang dari 2,5 hingga 4 meter, sedangkan kecepatan angin 20 sampai 30 knot. Namun untuk hari ini sudah berangkat normal dengan 3 trip,” jelasnya.

Kapal di Pelabuhan Bajoe ditunda berlayar pada Jumat (23/12) lalu. Danial mengatakan, penundaan dilakukan menindaklanjuti peringatan dini gelombang tinggi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kemarin memang ketinggian gelombang dari 2,5 hingga 4 meter, sedangkan kecepatan angin 20 sampai 30 knot. Namun untuk hari ini sudah berangkat normal dengan 3 trip,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.