Saat "Rumah" Menjadi Pelabuhan Terakhir yang Tak Boleh Rapuh

Sebagai perusahaan ekspedisi, kami memahami arti penting sebuah "tujuan". Kami mengirimkan ribuan muatan ke berbagai penjuru, memastikan semuanya aman hingga ke titik akhir. Namun, kami tersentak saat melihat kenyataan bahwa bagi sebagian saudara kita di Serba Jadi, Perbaungan & Dolok masihul, titik akhir atau "rumah" mereka justru jauh dari kata aman.
Melalui Program Bedah Rumah Periode 38 (Januari – Mei 2025) sebanyak 76 Kepala Keluarga, Di Serba Jadi, Perbaungan & Dolok masihul, kami menemui mereka. Ayah yang tetap tersenyum meski dinding bambunya mulai miring, dan ibu yang memeluk anaknya erat saat angin malam merayap masuk lewat celah-celah lubang rumah yang rapuh.
Bukan sekadar memberikan bantuan material, kami hadir untuk :
• Mengembalikan Martabat: Memberikan hunian yang layak agar setiap anak bisa belajar tanpa tetesan air hujan dan setiap orang tua bisa beristirahat tanpa rasa cemas.
• Membangun Harapan: Dinding biru yang kini berdiri kokoh adalah simbol bahwa mereka tidak sendirian. Ada tangan yang siap menopang saat beban hidup terasa terlalu berat.
• Komitmen Tanpa Henti: Ini adalah kali ke-38 kami melakukannya, dan setiap rumah memiliki ceritanya sendiri yang selalu menyayat hati namun berakhir dengan syukur yang mendalam.
Di PT. Transporindo Agung Sejahtera, muatan paling berharga yang pernah kami bawa bukanlah komoditas perdagangan, melainkan Harapan dan Kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.


