Panduan Memahami Kode HS untuk Kelancaran Ekspor-Impor

Dalam dunia perdagangan internasional, bahasa bisa menjadi kendala. Namun, ada satu "bahasa universal" yang dipahami oleh petugas Bea Cukai di seluruh dunia: HS Code (Harmonized System Code).
Bagi pelaku usaha yang ingin merambah pasar global atau mendatangkan barang dari luar negeri, memahami HS Code bukan sekadar teknis administrasi, melainkan strategi untuk menghindari kerugian finansial yang besar.
Apa Itu HS Code?
HS Code adalah sistem klasifikasi barang internasional yang dikembangkan oleh World Customs Organization (WCO). Di Indonesia, kita menggunakan sistem 8 digit yang mengacu pada BTKI (Buku Tarif Kepabeanan Indonesia) dan kesepakatan ASEAN (AHTN).
Setiap jenis barang—mulai dari bahan mentah hingga produk elektronik canggih—memiliki nomor uniknya sendiri.
Mengapa HS Code Sangat Krusial?
1. Menentukan Besaran Pajak dan Bea Masuk
Setiap digit dalam HS Code menentukan berapa persentase Bea Masuk, PPN, dan PPh Impor yang harus Anda bayar. Kesalahan satu angka saja bisa menyebabkan perbedaan tarif yang signifikan, yang berujung pada pembengkakan biaya.
2. Mengetahui Regulasi Lartas (Larangan Terbatas)
Beberapa barang memerlukan izin khusus dari kementerian terkait (seperti ijin dari BPOM, Kemenperin, atau Kemendag). Dengan mengetahui HS Code, Anda bisa mengecek apakah barang Anda termasuk barang Lartas atau tidak sebelum barang dikirim.
3. Menghindari Denda dan Sanksi Administrasi
Jika kode yang Anda cantumkan pada dokumen pengiriman (seperti Invoice atau Packing List) tidak sesuai dengan isi barang yang diperiksa petugas Bea Cukai, Anda berisiko terkena denda administrasi atau barang tidak dapat dikeluarkan dari pelabuhan.
Cara Membaca Struktur HS Code (Contoh: 8 Digit)
- 2 Digit Pertama (Bab/Chapter): Menunjukkan kategori besar (Contoh: Bab 09 adalah Kopi, Teh, dan Rempah).
- 4 Digit Pertama (Pos/Heading): Menunjukkan klasifikasi lebih spesifik.
- 6 Digit Pertama (Sub-heading): Standar internasional yang berlaku di seluruh dunia.
- 8 Digit (Sub-heading ASEAN/Nasional): Klasifikasi spesifik untuk kebijakan tarif di wilayah ASEAN atau Indonesia.
Tips Mencari HS Code yang Akurat
- Gunakan Portal INSW: Anda bisa mengakses situs Indonesia National Single Window (insw.go.id) untuk mengecek tarif dan regulasi berdasarkan kata kunci barang.
- Identifikasi Material Barang: Pastikan Anda tahu persis bahan penyusun barang Anda (misalnya: apakah sepatu tersebut terbuat dari karet atau kulit asli?).
- Konsultasi dengan Ahlinya: Klasifikasi barang terkadang sangat rumit. Menggunakan jasa freight forwarder berpengalaman seperti Transporindo akan sangat membantu memastikan kode yang Anda gunakan sudah tepat.
Kesimpulan
Memahami HS Code adalah investasi waktu yang akan menyelamatkan bisnis Anda dari kendala logistik di masa depan. Dengan persiapan yang matang dan kode yang akurat, barang Anda akan melewati perbatasan dengan lebih cepat dan efisien.
Butuh bantuan klasifikasi barang atau pengurusan dokumen ekspor-impor? Tim Transporindo siap membantu Anda mengelola pengiriman internasional dengan aman dan sesuai regulasi. [Konsultasi Gratis Sekarang]


